KONSTRIBUSI ORANG TUA DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN GENERASI MILENIAL

Andi Nur Maida, S.Pd., M.Si.
(Universitas Negeri Makassar)

Disajikan pada Seminar Internasional Agupena Kab. Barru 27-28 April 2019
Di Islamic Center Kabupaten Barru

Latar  Belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dijelaskan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Cita-cita inilah yang seharusnya menjadi pondasi bagi masyarakat terutama pengembangan potensi anak sebagai generasi milinial termasuk dalam berinteraksi dengan dunia luar, dimana salah satunya ditandai dengan mudahnya masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia sebagai akibat dari perkembangan teknologi secara online. Hal ini membawa pengaruh positif globalisasi terhadap perubahan tata nilai dan sikap, menyebabkan adanya pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional sedangkan pengaruh negatif globalisasi adalah masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitas, dimana kadang mereka lupa bahwa mereka adalah mahluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesamanya.
Pengaruh globalisasi dapat juga membentuk lingkungan pada setiap individu dengan karakter dirinya sendiri dan membawa pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi. Menurut Tilaar (2009) bahwa perubahan global yang sedang terjadi, telah merupakan suatu revolusi global (globalisasi) yang melahirkan suatu gaya hidup (a new life style). Pola lingkungan dengan interaksi, berkomunikasi, berprilaku, dan berpikir yang modern memudahkan generasi milenial untuk hidup dan tumbuh dengan dunia digital dalam keluarga. Orang tua dalam membimbing anggota keluarganya termasuk para generasi millenial tidak seperti diera sebelumnya. Hasil penelitian Jatin Sri (2015) bahwa orang tua menanamkan karakter kepada anggota keluarga dimulai dari rumah atau lingkup keluarga melalui pengenalan dan pemberian contoh kepada anak dalam bersikap, bertutur kata/berkomunikasi, dan berpakaian. Fenomena lain yang berkembang pada generasi milinial saat ini dengan pesat penggunaan informasi teknologi seperti gaget yang terhubung secara online sehingga dapat berpengaruh positif atau negatif tergantung dari bimbingan orang tua dan lingkungannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kajian terhadap kontribusi orang tua dan lingkungan dalam pengembangan generasi milinial.
Tujuan
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui konstibusi orang tua dan lingkungan dalam pengembangan generasi milinial.
Permasalahan
Berdasarkan latar belakang dan tujuan kajian ini, maka permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana kontribusi orang tua dan lingkungan dalam pengembangan generasi milinial.
Tinjauan Pustaka
Keluarga merupakan kelompok terkecil dari masyarakat. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadian di masyarakat. Keluarga berfungsi sebagai perlindungan, pendidikan, keagamaan, membentuk karakter dan sebagainya, Soekanto (1990). Generasi milenial memiliki keunikan tersendiri karena sering diidentikkan dengan generasi muda yang menguasai teknologi. Generasi millenial tumbuh besar disaat perkembangan teknologi sedang maju pesat. Penguatan peran keluarga menjadi hal yang penting, disebabkan keluarga dapat mengajarkan hal-hal yang tidak didapatkan pada pendidikan formal. Di dalam keluarga pendidikan menjadi dasar utama perkembangan. Di era Millenial ini kebutuhan untuk hidup semakin tinggi, maka tidak sedikit orang tua yang sibuk bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan hidup keluarganya dan sebagian besar melimpahkan tanggung jawab pendidikan anggota keluarganya kepada pihak pendidikan formal, dan memberikan semua fasilitas (hanpone, internet) kepada anggota keluarganya untuk mempermudah dan membantu pekerjaan padahal keluarga merupakan media pendidikan yang paling pertama dan utama bagi anggota keluarga dalam membentuk moral.
Sebagai orang tua mendidik anggota keluarganya menjadi generasi yang mempunyai karakter tentunya bukan hal yang mudah. Pendidikan karakter atau akhlak tidak dapat diajarkan hanya dalam bentuk pengetahuan saja, tetapi perlu adanya pembiasaan dalam prilakunya sehari-hari. Kenyataannya, orang tua akan menghadapi beberapa tantangan dalam mendidik generasi milenial. Keluarga dalam hal ini peran orang tua merupakan lingkungan pertama dan utama untuk mempersiapkan generasi millennial menghadapi tantangan kedepan dalam membentuk kepriibadian dan menata karakternya. Sikap dan perlakuan orang tua menjadi cermin untuk beradaptasi serta memiliki pondasi yang kuat sehingga setiap mengalami perubahan tidak akan kehilangan arah.
Generasi adalah sekelompok individu yang dipengaruhi oleh kejadian-kejadian bersejarah dan fenomena budaya yang terjadi dan dialami pada fase kehidupan yang sama atau dapat juga dikatagorikan sebagai suatu konstruksi sosial yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang memiliki kesamaan umur dan pengalaman historis yang sama Manheim dalam Tapscott (2008). Dalam perspektif Absher dan Amidjaya (2008) generasi milenial berkisar antara 1982 sampai 2002 dan mengalami google generation, net generation,  generation zecho boomers,  dan  dumbest generation. Tapscott (2008) menyatakan generasi milenial sering disebut generasi Z dengan ciri suka dengan kebebasan, senang melakukan personalisasi, mengandalkan kecepatan informasi yang instan, suka belajar dan bekerja dengan lingkungan inovatif, aktif berkolaborasi dan  hyper technologi.
Kejadian historis serta fenomena ini menyebabkan terbentuknya ingatan secara kolektif yang berdampak dalam kehidupan mereka. Maka kejadian historis, sosial, dan efek budaya bersama dengan faktor-faktor lain ini akan berpengaruh terhadap terbentuknya perilaku individu, nilai, dan kepribadian (Caspi & Roberts, 2005). Agus Rukiyanto, (2009)   menjelaskan bahwa pembentukan generasi millenial dengan mudah terhubung secara online. Merekapun memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan informasi. Karena, generasi milenial punya kebiasaan yang cenderung ingin mencapai sesuatu dengan cepat dan instan karena terbiasa dengan kemudahan teknologi. 
 Dengan kemudahan akses yang diterima generasi millennia menimbulkan kekhawatir kepada orang tua akan sikap dan prilaku anggota keluarganya. Berbagai kasus dan masalah yang terjadi di masyarakat perlunya orang tua menyikapi, sebagai orang tua bukan hanya pendidikan dan kasih sayang yang diberikan tetapi perhatikan dan mengawasi prilaku anak, serta perlu membatasi waktu penggunaan teknologi. walaupun zaman berubah dan  teknologi sudah berkembang pesat, nilai-nilai yang dipegang harus tetap sama. Menurut Kalfaris Lalo (2018) bahwa kecanggihan teknologi hampir merubah tatanan pola pikir bagi masyarakat, dari anak usia dini, remaja, orang tua, guru/dosen, juga mulai dari kalangan menengah sampai kalangan atas. Maraknya budaya global (global culture) dan gaya hidup (lifestyle) menjadi dampak dari arus globalisasi yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Sebagai orang tua harus tetap menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, menghormati orang lain, menghormati orang tua dan peduli terhadap orang lain, tantangan di era digital ini generasi milenial merasa setara, maka etika sopan santun, nilai-nilai sosial dan norma sosial terhadap orang tua menjadi tidak diperhatikan, sebagai orang tua harus kritis memahami media di era digital ini. Membimbing dan mengarahkan anggota keluarga untuk menggunakan media sosial dengan baik dan benar agar tidak terhasut berita yang beredar secara negatif.
Generasi ini dianggap belum berpengalaman, belum matang dalam berfikir dan belum stabil secara emosi. Oleh karenanya secara umum generasi tua sering tidak begitu memperhitungkan generasi muda karena dianggap pola pikirnya cenderung idealis, tidak realistis dan sering mengambil keputusan dengan berdasarkan emosi perasaan belaka. Namun sebenarnya dalam suatu kehidupan "idealisme" merupakan hal penting yang dapat membuat manusia tetap mempunyai semangat dan harapan untuk tetap hidup dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik. yang kelak menjadi agen perubahan. Dari beberapa pendapat tersebut bahwa peran lingkungan dan keluarga khususnya orang tua hal yang paling penting tidak hanya mendidik, tetapi membentuk karakter, memberi kasih sayang dan perhatian orang tua yang dapat menjadi teman, sahabat bagi anggota keluarga terutama komunikasi yang selalu dilakukan khususnya pada anak-anak generasi milenial yang kelak akan membawa perubahan kearah yang lebih baik
Pembahasan
A.   Kontribusi orang tua dalam pengembangan anak sebagai generasi milinial,
Lingkungan informal seperti keluarga merupakan sebuah fondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan generasi milenial yang berakhlak dan berbudi pekerti. dalam mengendalikan dan penggunaan teknologi sangat ditentukan oleh komunikasi yang terjalin pada saat kumpul bersama. Orang tua dalam mendidik  generasi milineal perlunya menerapkan pola asuh yang tidak otoriter karena anak tidak senang dipaksa melainkan dibujuk dan cenderung dibiarkan namun juga harus tetap diawasi oleh orang tua. Sebagai generasi milenial disediakan waktu untuk bersama berdiskusi dan berkomunikasi arah karakter pendekatan yang dilakukan keluarga. Olehnya itu peran orang tua mendominasi perubahan karakter, sebagai motivator dan sumber inspirasi  generasi milenial.
Salah satu generasi yang dibidik untuk menjadi objek sekaligus subjek kebutuhan teknologi yang  menentukan tingkat penggunaannya adalah generasi milenial. Kebutuhan ini terus meningkat seiring pertumbuhan untuk eksis maupun bisnis. Setiap individu dan komunitas tertentu dapat menentukan sendiri menggunakan apa untuk memenuhi kebutuhan milenialnya dalam mengakses teknologi. Disisi lain kebermanfaatan teknologi terutama media sosial dipengaruhi oleh seberapa banyak aktifitas yang dipergunakan dan berguna bagi generasi milenial, keluarga dan lingkungannya. Teknologi  seperti pisau bermata dua. Pada satu sisi memberikan informasi yang berlimpah sehingga membuat generasi milenial kewalahan dan harus menfilter dengan pengetahuan yang benar untuk menerimanya. menawarkan beragam hal menarik, informasi segala jenis dan kemudahan untuk mengeksplor kemampuan. Di lain pihak teknologi ini menampakkan ancaman bagi generasi yang mudah terpengaruh oleh berbagai fasilitas yang disediakan. Sehingga lamban laun mempengaruhi pikiran generasi milenial.  Hasil penelitian Samsul Rizal, (2018) bahwa salah satu dampak yang ditimbulkan oleh gawai canggih yaitu generasi milenial cenderung bersifat skeptis dan sinis, memiliki ketergantungan tinggi terhadap teknologi, menjunjung tinggi privasi sehingga menjadi lebih multi-tasking dibanding generasi sebelumnya, relatif lebih luas cara berfikirnya. Perlahan tapi, dalam dunia nyata, generasi ini tumbuh menjadi individu yang tak mampu bersosialisasi, bahkan tak mampu berkomunikasi secara verbal dengan kelompok masyarakat lainnya. tak mampu memanajemen diri dari sisi waktu karena terlalu fokus dengan dunia maya.
B.    Kontribusi lingkungan terhadap perkembangan anak sebagai generasi milinial
Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus dalam hal ini generasi milinila yang ada disetiap lingkungan. Lingkungan merupakan tempat atau wilayah dimana seseorang tinggal dan berinteraksi. Lingkungan merupakan faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan generasi milenial sebab lingkungan mampu memberikan pengaruh positif maupun negative. Lingkungan yang dimaksud adalah: (1) Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama untuk mendapatkan pendidikan akhlak budi pekerti dan etika moral spritual dan sopan santun generasi milenial, dalam hidupnya. (2). Lingkungan bermain merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, karena salah satu cara berinteraksi generasi  adalah dengan bermain dan berkomunikasi dengan teman sebayanya. dan (3) Lingkungan sekolah lingkungan kedua setelah keluarga sama seperti lingkungan bermain, disinilah generasi milenial dibentuk untuk menjadi manusia yang berpengetahuan, terdidik agar mempunyai masa depan yang cerah.
Mudahnya informasi yang diperoleh dari dunia luar tanpa adanya penyaringan informasi menyebabkan orang tua dan lingkungan harus turut berperan dalam mencegah dan ada pola yang terencana dan terukur untuk membantu generasi milenia  dan pemerintah secara masif, menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang unggul sehingga dapat mempengaruhi  perilaku masyarakat, terutama generasi milenial.
Penutup
4.1. Kesimpulan
a.    Kontribusi orang tua dalam pengembangan anak sebagai generasi milinial,
Bahwa sebagai orang tua dalam mendidik generasi milineal perlunya menerapkan pola asuh yang tidak otoriter, karena anak tidak senang dipaksa melainkan dibujuk dan cenderung dibiarkan namun tetap diawasi untuk itu luangkan waktu untuk berdiskusi, berkomunikasi kearah karakter pendekatan keluarga sehingga orang tua menjadi motivator dan sumber inspirasi bagi generasi millennia
b. Kontribusi lingkungan terhadap perkembangan anak sebagai generasi milinial
Dengan mudahnya akses informasi yang diterima oleh generasi milenial dari berbagai media dan teknologi menyebabkan orang tua dan lingkungan harus turut berperan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Lingkungan yang paling berpengaruh terhadap generasi milenial antara lain: 1) lingkungan Keluarga, 2) Lingkungan bermain dan 3) lingkungan sekolah
  
Daftar Pustaka
Absher, Katherine and Amidjaya, Mary Rose. (2008).  Teaching Library Instruction to The Millennial Generation.  From Marymount University, Arlington, VA. Diakses dalam http:// www.vla.org/Presentations/VLA_presentation_ draft072208.ppt.
Agus Rukiyanto, 2009. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Kanisius
Jatin Sri, 2015 Peran Orangtua Dalam Pembentukan Karakter Santun Pada Siswa SD Muhammadiyah Tegal Gede Karanganyar                 Pdf: Eprints. Ums.Ac .Id/33569/10/Naskah % 20 publikasi.Pdf
Kalfaria Lalo, 2018. Menciptakan Generasi Milenial Berkarakter dengan Pendidikan Karakter guna Menyongsong Era Globalisasi. Jurnal Ilmu Kepolisian ISBN: 2620- 5025. Volume 12 | Nomor 2 | Juli 2018
Soekanto. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Obor.
Syaiful Anwar 2018. Pendidikan Islam Dalam Membangun Karakter Bangsa di era Milenial, Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 9, No. 2, 2018
Tapscott, Don. (2008). Grown up Digital: How the Net Generation is Changing Your World.  USA:  McGraw Hill.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.